Artikel
Sejarah Kampung Dukuh
Sejarah Kampung Dukuh
Kampung Dukuh di Desa Ciroyom memiliki sejarah yang erat kaitannya dengan Syekh Abdul Jalil, seorang ulama yang menyebarkan agama Islam di daerah tersebut. Beliau diminta menjadi Penghulu Sumedang oleh Rangga Gempol II, tetapi dengan syarat tertentu yang tidak sepenuhnya terpenuhi. Kemudian, Syekh Abdul Jalil bermunajat dan menemukan titik cahaya yang jatuh di antara sungai Ci Mangke dan Ci Pasarangan, yang diyakini sebagai cikal bakal Kampung Dukuh ¹.
Kearifan Lokal dan Tradisi
Masyarakat Kampung Dukuh dikenal dengan kepatuhan pada aturan dan ajaran Islam yang dikenal dengan hukum syara. Mereka memiliki beberapa tradisi unik, seperti ¹:
- Ngahaturan Tuang: Tradisi mempersilahkan makan dengan memberikan benda-benda tertentu seperti telur ayam, kelapa, kambing, dan garam.
- Nyanggakeun: Ritual penyerahan sebagian hasil bumi kepada kuncen Kampung Dukuh untuk diberkahi.
Keunikan Arsitektur
Kampung Dukuh memiliki keunikan dalam arsitektur bangunannya, yaitu ²:
- Rumah Panggung: Rumah-rumah di Kampung Dukuh dibangun dengan gaya panggung beratap rumbia dan dinding bilik atau papan.
- Tanpa Listrik: Masyarakat Kampung Dukuh tidak menggunakan listrik dan lebih memilih lampu tradisional.
Pengakuan Internasional
Tata Ruang Kampung Dukuh telah ditetapkan sebagai salah satu Warisan Budaya Takbenda (WBTb) Jawa Barat pada tahun 2024. Ini menunjukkan pengakuan atas nilai-nilai budaya dan tradisi yang ada di Kampung Dukuh


Kampung Adat Dukuh di Desa Ciroyom Garut Ini Sudah ada Sejak Abad ke-17